Selama ini aku hanya berpegang teguh pada konsepku.
Pada konsep Ketuhananku.
Pada konsep keyakinanku.
Pada konsepku dalam mencinta dan dicinta.
Yang semua itu sama.
Sama dengan yang lain.
Namun,bolehkah aku mengeluh tentang suatu hal?
Bolehkah aku bercerita sedikit?
Tentang bagaimana aku sendiri menentang semua konsepku?
Ya Allah..jujur,aku lelah.
Aku tak tahu bagaimana lagi harus bertahan
Ini cobaan.
Iya aku tahu ini cobaan.
Aku jatuh cinta padanya ya Allah.
Dia,yang mampu membuat hariku berwarna
Dia,yang mampu membuat mataku terjaga lebih lama.
Dia,yang menjadi senyumku di pagi dan malam
Dia,yang mampu membuatku bahagia,namun menghempaskanku ke dalam luka
Ya Allah,kami berbeda.
Kami tak sama.
Kami tak memanggilmu dengan nama yang sama ya Allah.
Kami memujamu dengan cara yang berbeda
Ya Allah,haruskah kami bertahan pada rasa yang sama?
Pada rasa yang membuatku melupakan sementara bahwa kami berbeda?
Pada rasa yang membuatku sadar bahwa sebenarnya kita satu Tuhan?
Ataukah harus menyerah pada perbedaan?
Perbedaan yang menjauhkan semua kesamaan
Perbedaan yang membuatnya harus pergi ke Gereja
sementara aku memeluk tasbih di mushala?
Ataukah harus ku bertahan pada perbedaan?
Memahami semuanya?
Kami sama-sama merasakannya ya Allah.
Sama-sama saling mengetahui
Apa yang dia rasa,aku juga.
Aku tahu ya Allah
Akan banyak halangan rintangan yang kami dapatkan bila kami bersama
Namun bagaimana jika aku sudah terlanjur mencintanya?
Haruskah aku membunuh perasaan ini?
Haruskah aku lantas pergi?
Bukankah cinta itu anugerah?
Aku hanya berharap ya Allah.
Kau berikan keajaiban
yang dapat mengabaikan bahwa kami berbeda :')
No comments:
Post a Comment