Aku tak tahu harus memulai dari mana
Karena memang cerita ini sulit ditemukan pangkalnya
Semua mengalir,seperti air.
Tapi,airpun juga tak selalu lancar mengalir,kan?
Dulu,aku menyebutmu,teman.
Sekarang? Entahlah.
Selama ini kita saling merasa terikat dengan sebuah rasa
Sebuah asa
Sebuah perasaan yang mampu mengubah pahit menjadi manis
Duka menjadi suka
Tangis menjadi tawa
Bahkan perasaan ini pula yang mampu mengubah segalanya
Memutarbalikkan fakta yang ada
Suka? Mungkin lebih
Kagum? Sepertinya kurang tepat
Sayang? Hmm...mungkin...
Cinta? Mustahil
Ya,selama ini kita hanya begini
Diam. Saling menunggu. Saling terpaku.
Saling menahan dan menutupi segala luka dan duka.
Hanya karena satu komitmen,menjaga perasaan.
Aku tahu seberapa besar kamu berusaha untukku
Aku tahu pengorbananmu
Dan aku tahu,aku telah menyiakan itu.
Akupun tahu,aku telah melukaimu.
Tapi apa kamu tahu,tiap aku begitu,aku juga terluka?
Aku juga merana?
Mungkin aku bukan orang yang tepat yang bisa membuatmu tertawa lepas
Aku tidak seperti mereka,yang bisa membuatmu tertawa
Yang bisa menghilangkan penat yang mendera
Aku bukan mereka,aku bukan temanmu
Aku,seorang yang menyayangimu
Aku ingin diperlakukan berbeda
Aku ingin diperlakukan spesial
Egois kedengarannya
Tapi begitulah aku.
Aku memang bodoh.
Terlalu bodoh,bahkan untuk melihat usaha terkecilmu.
Terimakasih,aku menghargai semua itu.
'kamu maunya apa sih sebenernya?'
Sekali lagi kata itu terucap.
Aku hanya diam,hanya bisa diam,
Dengan perih ku katakan
'Aku cuma pengen kamu,kamu yang sayang sama aku.
karena aku ngga mau pisah dan ngga bisa jauh dari kamu'
Dan itu semua yang hanya bisa ku katakan
dalam hatiku :')
Backsong : Manusia Bodoh,Hurt,Ku Tak Bisa
No comments:
Post a Comment